JOGEAT

JOGJA EATING-EATING

JOGEAT

JOGJA EATING-EATING

  • Home
  • Social
  • Rubrik
    • Viral/Tren
    • Rekomendasi
    • Food
    • Tips
    • Unik
    • Bisnis
  • Contact Us

Oleh: Eliza Triana Asmara

Yogyakarta - Tempat yang nyaman biasanya menjadi pilihan untuk menikmati jajanan kaki lima. Balai Yasa bisa menjadi salah satu pilihan Jogeaters yang ada di Yogyakarta. Tempatnya ‘tak jauh dari Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jajanan kaki lima ada di sepanjang jalan Balai Yasa, berbagai jajanan kaki lima bisa Jogeaters nikmati. Suasana Balai Yasa yang sepanjang jalannya dipenuhi pohon rindang nan asri, tanpa dipadati lalu lalang kendaraan seperti di jalan raya. 

Suasana yang asri tersebut mampu mengalihkan perasaan Jogeaters yang sedang rindu kampung halaman. Kampung halaman selalu terasa indah, bersih, dan asri. Tak hanya itu, kampung halaman identik dengan banyaknya kerinduan ketika kalian jauh dari kampung halaman. Namun, dengan hanya berkunjung ke Balai Yasa Jogeaters bisa merasakan vibes kampung halaman tersebut.

Di tengah teriknya mentari dan panasnya Jogja, ada menu yang wajib Jogeaters coba, yaitu Es Doger. Es doger salah satu minuman dingin yang wajib dinikmati di siang hari, rasanya menyegarkan sekali dengan suasana yang sejuk karena kalian dapat menikmatinya di bawah pohon besar yang rindang. Tak hanya es doger di sana banyak yang menjual aneka minuman lainnya seperti Es Dawet, Es Oyen, dan es yang lainnya.

Rasanya belum afdol ketika tidak memesan makanan jajanan kaki lima di Balai Yasa. Jogeaters dapat menikmati berbagai menu makanan seperti bakso, mie ayam, siomay Bandung, batagor, dan berbagai macam makanan angkringan pun dapat kalian nikmati.



Berbagai pilihan menu kaki lima di atas dapat Jogeaters nikmati dengan harga yang tidak akan membuat kantong kering. Dengan harga Rp. 5.000,- kalian bisa menikmati es dawet yang sangat menyegarkan dan menghilangkan dahaga. Jika ingin menikmati es doger yang menjadi primadona di Balai Yasa, Jogeaters hanya perlu merogoh kocek Rp. 12.000,- saja. Gimana Jogeaters? Harganya sangat terjangkau bukan?

Lapar dan dahaga hilang dengan minum dan makan. Namun, ketika dinikmati di area Balai Yasa kerinduan kampung halaman pun akan segera terobati. Kalian akan merasakan kesejukan itu ketika menikmati makanan dan minuman di lokasi tempat kaki lima tersebut dijajakan. Suasana yang sangat nyaman membuat para pelanggan enggan cepat beranjak dari tempat duduk yang telah disediakan. Seperti yang dikatakan Pipin Kurnia sebagai pelanggan jajanan kaki lima Balai Yasa. Ia mengatakan “Saya paling suka kalau habis bepergian ke tempat jauh, sebelum pulang harus mampir ke Balai Yasa. Di sana suasananya menyejukan hati dan tubuh ini, karena kan kita habis panas-panasan yah, nah memang paling cocok kalau pulang langsung datang ke sini deh.” Dari pernyataan tersebut seolah mewakili pengunjung lain yang selalu datang lagi ke tempat ini. 

Sejuk dan nyaman menjadi alasan utama ketika menyempatkan untuk mampir ke Balai Yasa. Tak hanya itu, harga dari jajanan kaki lima tersebut tidak menguras dompet. Apalagi dompet pelajar dan mahasiswa, yang notabennya mereka sedang berkelana menjadi seorang anak kos. Jogeaters wajib banget mampir ke Balai Yasa. Buat kalian yang mau mencoba menikmati kesejukan tempat jajanan kaki lima, serta makanan yang pas di kantong mahasiswa kalian wajib datang langsung ke Balai Yasa Yogyakarta. Jangan lupa ajak teman-teman, saudara, dan orang terkasih untuk menikmati makanan dan suasana di Balai Yasa, kapan lagi kalian menjumpai jajanan kaki lima dengan tempat yang dipenuhi pohon rindang nan menyegarkan udara di siang hari.


Oleh: Azira Salsabila

Yogyakarta - Hai Jogeaters! Sebelumnya Jogeat hanya membahas tentang Coffee Shop modern di Jogja. Nah, sekarang ada yang beda nih. Kita mau bahas salah satu kopi unik yang berasal dari Yogyakarta yaitu Kopi Joss. Kopi ini memiliki cerita yang menjadi bagian dari khasnya kota Jogja. Kopi ini juga menambah keistimewaan kota Yogyakarta. Jangan bilang kalau kamu pecinta kopi kalau belum pernah coba kopi joss. Salah satunya ada di Jalan Malioboro, yaitu Kopi Joss djakdjok. Uniknya, Kopi Joss ini memadukan Coffee Shop yang modern dengan Menu yang tradisional. 

Eits, sebelum itu pasti banyak yang bertanya nih. Kok namanya Kopi Joss? Berawal dari keinginan seorang peracik kopi yang ingin memberikan hal terbaik kepada pelanggannya. Pada saat itu, sekitar tahun 1980-an, seorang pemilik kedai kopi di stasiun tugu, Yogyakarta yaitu Lek Man, mendapat pesanan kopi kothok dari pelanggannya. Namun karena Lek Man tidak tahu cara menyeduh kopi tersebut, maka beliau pun menyeduh kopi dan dicampurkan arang yang menyala. Lalu, banyak yang menyebut kopi tersebut sebagai kopi joss karena saat arang dimasukkan kedalam kopi hingga nyala apinya hilang, terdengar suara 'josss'. Oleh karena itulah kopi unik dari Yogyakarta tersebut dipanggil dengan sebutan kopi joss. Unik bukan? 



Saat ini, kedai Kopi Joss sudah menyebar di Yogyakarta. Salah satunya ada di Jalan Malioboro. Ngopi ya di kopi joss! Angkringan Kopi Joss Djakdjok Malioboro ini menjadi salah satu tempat untuk bersantai saat malam hari sambil menikmati suasana malam di Malioboro Jogja. Uniknya di sini, setiap Jogeaters ngopi di Kopi Joss Djakdjok Malioboro itu, kopinya selalu ada arang panasnya. Jadi arang panas yang ada dalam segelas kopi itu menambah rasa nikmat tersendiri, apalagi sambil melihat keramain Jalan Malioboro Jogja. Karena angkringan Kopi Joss Djakdjok ini terletak di lantai dua. menu yang ada di angkringan Kopi Joss Djakdjok ini juga terbilang lengkap, harganya pun sangat ramah di kantong. Hanya dengan merogoh kocek Rp 7.000 saja kamu sudah bisa menikmati aroma kopi Joss.

Kandungan kopi antara lain:  Riboflavin (Vitamin B2),  Asam pantotenat (vitamin B5),  Mangan dan Kalium ,  Magnesium dan Niacin (B3). Ada berbagai manfaat yang terkandung dalam kopi joss, yaitu dapat meningkatkan stamina dan konsentrasi, hal tersebut terjadi karena adanya kandungan kafein dalam kopi. lalu dapat menjaga kesehatan mulut memiliki sifat antibakteri, dapat menghambat kanker karena memiliki kandungan antioksidan, dan banyak manfaat lainnya.



Tidak hanya itu, kita juga bisa menikmati berbagai cemilan angkringan nan enak dan ramah di kantong. Ada nasi kucing, telur puyuh, gorengan dan lain-lain. Suasana interiornya juga unik. Berbentuk seperti rumah lama dengan tatanan meja dan kursi yang tradisional. Di paling ujung, menghadap ke jalanan, suasananya seperti bar dengan meja dan kursi yang tinggi. Diatasnya juga ada lampu gantung yang modern sehingga menarik perhatian orang dari luar untuk dapat berkunjung. Ketika ke Kopi Joss, rasanya seperti nongkrong di rumah sendiri. di sela-sela kepenatan setelah memutari Jalan Malioboro, kamu bisa nih mengunjungi Kopi Joss bersama teman, pasangan atau keluarga. Menurut salah satu pengunjung, mengatakan “Tempatnya enak, asik. Kita bisa menyaksikan pemandangan Malioboro. Lebih bagus lagi kalau datang saat malam hari. Sayangnya menunya kurang banyak hehe”



Oleh: Istiana

Yogyakarta - Jogeaters pasti suka banget kan sama tempe dan tahu? Tempe dan tahu yang kami sajikan kali ini berbeda dan sangat khas dengan Yogyakarta lho! karena tempe dan tahu kali ini adalah salah satu favorit dari keluarga keraton sejak tahun 1950 an Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang mengutus istrinya untuk membeli jadah tempe di Kaliurang dan menamainya dengan jadah tempe Mbah Carik yang bernama asli Mbah Ngadikem selaku pendiri usaha kuliner yang melegenda ini dan ia adalah istri dari seorang carik desa. Konon, gelar Mbah Carik diberikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Lalu, Sri Sultan sering mengutus pengawalnya untuk membeli jadah tempe ini di Kaliurang. Sejarah sebelumnya, Mbah Ngadikem hanya berjualan tahu, tempe, dan pecel di sekitar taman kanak-kanak Kaliurang. Kemudian, istri dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX yakni Gusti Pintaka memberi saran kepada Mbah Ngadikem untuk berjualan di telaga putri. Setelah itu, Mbah Ngadikem menjadi penjual pertama di telaga  putri, lalu beliau berinovasi untuk menjual jadah yang dipadukan dengan tempe bacem dan namanya kini menjadi branding yang besar.

Jogeaters yang masih awal merantau apalagi bukan asli Jawa pasti masih merasa asing ya mendengarkan namanya? “Jadah tempe adalah salah satu makanan tradisional khas Kaliurang, Sleman. Jadah tempe adalah gabungan dari dua jenis makanan yaitu jadah, olahan dari ketan, dan tempe atau pun tahu” Begitulah penjelasan dari Mas Angga. Hal yang unik dari jadah tempe ini adalah tempe bacemnya yang manis, belum lagi dicampur dengan kelapa yang gurih serta disajikan dengan bungkus daun pisang dan dimakan dengan cabe rawit. Proses pembuatanya yaitu ketan kelapa dikukus lalu ditumbuk, tempe bacem direbus dibacem dengan gula jawa, lalu digoreng deh. Wow!!! Kuliner lokal yang maknyus banget ya Jogeaters.

Jadah dan tempe, mula-mula keduanya dimakan secara bersamaan dalam satu tangkup. Hingga kini orang-orang bisa memakannya seperti layaknya burger yang bisa dikatakan burger Jawa. Jadah tempe ini juga dijuluki dua sejoli yang sangat apik untuk di santap dikarenakan kekhasannya menjadi oleh-oleh dari Kaliurang. Walau dikenal oleh keluarga keraton sejak 1950 an, Mas Angga sebagai generasi ke IV mengatakan bahwa jadah tempe sudah ada sejak tahun 1942 dan resep serta cita rasanya ini asli dari penggagas awalnya. Serta hal yang perlu diketahui bahwa jadah tempe ini dulunya hanya makanan biasa bagi orang desa dan saat ini justru diminati dari luar kota. Jadah tempe ini juga tersedia dalam bentuk frozen sebagai oleh-oleh wisatawan yang dari jauh. Lokasi dari jadah tempe ini sendiri di Jalan Kaliurang, di jalan Palagan, di Kota Gede, dan di Demangan. Harganya juga beragam sesuai dengan paketnya, serta ada yang menggunakan besek, mulai dari Rp.1.500 sampai Rp. 41.000. Promosi di sosial media juga tak ditinggalkan oleh mereka, instagram dan facebooknya yang sangat khas dengan gambar-gambar jadah tempe berwarna nuansa hijau tua dengan nama @jadahtempe.mbahcarik, responnya juga sangat cepat dan memberikan pelayanan yang sangat baik sebagai penjual dan adminnya agar pembeli merasakan nuansa Yogyakarta yang kental akan keramah-tamahan yang dikenal sejagat raya Indonesia dan dunia. Untuk yang ingin berkunjung ke lokasinya bisa datang pada pukul  08.00 – 17.00 WIB.


Oleh: Istiana

Yogyakarta - Hai Jogeaters? Apakah sudah healing hari ini? Tapi healing tanpa ngemil serasa tidak lengkap ya. Yuk kenalan dengan Geblek Menoreh View, salah satu angkringan tempat wisata yang ada di Yogyakarta tepatnya Kulon Progo. Apa aja sih yang ada di sini? Tentunya gebleknya yang sangat khas untuk dimakan saat menikmati suasana sawah dan orang yang bermain scooter dan sepeda disana yang bisa disewa dengan harga Rp. 15.000. Terkadang, orang-orang yang berkunjung sangat beragam, bahkan ada yang membawa sepeda sendiri yang sudah gowes dari tempat asal, ditambah lagi angkringan ini menyediakan semi indoor yang kece dan tetap asri dengan atap daun kering di saungnya.

Sebelum kesana, Jogeaters perlu tahu nih geblek itu apa. Geblek adalah  makanan khas Kulon Progo yang terbuat dari singkong kemudian dicampur tepung tapioka dan bumbu bawang lalu adonan ini digoreng sampai matang. Oh ya, mungkin Jogeaters lebih umum mendengarkan cireng dari pada geblek ya? Ya benar, geblek ini mirip sekali dengan cireng Jawa Barat, tapi bentuk dan ukurannya yang berbeda, perbedaannya hanya di bentuknya yang bulat dan terdapat lubang ditengahnya seperti donat. Ejaan spesifik dari geblek sendiri yaitu “ge” dibaca seperti menyebutkan gelas sedangkan “blek” seperti menyebutkan “black”. FYI, geblek ini juga terdapat di daerah Purworejo serta Wonosobo Jogeaters! Namun, penyajian makanannya berbeda tiap daerah, di Wonosobo biasanya disarankan untuk dimakan bersama tempe kemul dan mie ongklok, sedangkan di Purworejo disarankan untuk menyiramkan kuah kacang ke geblek tersebut, lalu bagaimana dengan Kulon Progo? Biasanya mereka menambahkan dengan tempe besengek yang merupakan olahan tempe berbahan kacang koro (benguk) yang dimasak dengan rempah dan santan alhasil rasanya manis gurih, di Kulon Progo juga biasanya menambahkan cabai rawit agar semakin mantap. Wah, pasti berbeda-beda ya rasanya jika dicicipi satu persatu, tapi yang paling penting geblek ini lebih nikmat disantap saat panas ya Jogeaters, karena jika dingin teksturnya akan lebih keras dan hilang gurihnya.

Perlu diketahui geblek ini pembuatannya cukup lama yakni memakan waktu hingga 6 jam, dikarenakan proses mengendapkan perasan singkong selama 4 jam untuk mendapatkan patinya, yang kemudian harus dijemur lagi selama 2 jam. Proses pembuatan pati ini bisa dipersingkat dengan menggunakan pati singkong atau tepung tapioka siap pakai. Tapi tetap saja geblek yang menggunakan bahan dasar singkong akan memperoleh geblek yang empuk dan tidak alot.

Untuk menikmati tempat ini, Jogeaters juga bisa menikmati nasi kucing, kopi, wedang jahe, wedang uwuh, sate usus, tempe mendoan dan lainnya yang sangat khas dari Yogyakarta agar semakin cinta akan Jogja Istimewa. “Menu nasi ada 10-15 macam nasi disini, sate-satean juga banyak, utamanya itu ya geblek karena ikon dari Kulon Progo, yang murah-murah saja agar orang datang berlangganan”. Tutur Pak Rozan selaku pemilik.

Untuk yang sudah tidak sabar ingin berkunjung, lokasinya hanya berjarak sekitar 20 km dari kota Yogyakarta dengan akses melewati Jalan Godean lurus ke arah barat. Jangan lupa juga untuk kepoin sebelum berangkat kesana dengan follow @geblekmenorehview ya biar punya persiapan outfit untuk berselfie ria dan tak salah waktu saat kesana melihat kapan sawah sedang hijau atau sudah dipanen ya. But FYI Jogeaters, di Geblek Menoreh View kalian tidak bisa membeli geblek sebagai oleh-oleh, tetapi kalian tetap bisa membeli di daerah sekitar yang menyediakannya ya, selamat menikmati indahnya Yogyakarta Jogeaters.


Oleh: Eliza Triana Asmara

Yogyakarta - Bagi anak muda zaman sekarang, mungkin street food menjadi tempat jajanan yang paling banyak dicari. Karena dalam satu tempat mereka dapat menemukan berbagai macam makanan dan minuman. Apalagi di salah satu kota yang akrab disebut Kota Pelajar yaitu Yogyakarta, street food menjadi primadona tempat berburu jajanan yang dapat dijumpai di setiap sudut Kota Jogja. 

Walaupun kebanyakan street food memiliki kesamaan dalam penyajian menunya, tetapi di setiap street food memiliki banyak ciri khas dan keunikan masing-masing. Namun, tetap saja street food banyak diburu oleh setiap orang. Harga di tiap tempat street food pun takk terlalu mahal, dan masih dapat dijangkau oleh setiap kalangan. Harga yang cukup ramah di kantong membuat street food tidak pernah sepi pembeli.

Street food yang Jogeat rekomendasikan merupakan street food yang paling banyak dikenal dan mudah dijumpai, dekat dengan pusat kota. Jangan khawatir tersesat Jogeaters, kalian bisa langsung mencari street food yang Jogeat rekomendasikan di google maps gadget kamu.

Berikut beberapa street food yang dapat kalian kunjungi sebagai bahan rekomendasi dari Jogeat untuk Jogeaters tersayang

  1. Street food Klebengan, dekat Gor Universitas Gadjah Mada

Street food Klebengan menjadi street food yang menjadi rekomendasi pertama untuk Jogeaters nih. Lokasinya sangat strategis karena tak jauh dari pusat kota Yogyakarta. Tak hanya itu, street food ini terletak berdekatan dengan food court Gor Klebengan. Jadi Jogeaters bisa dengan mudah memilih untuk menikmati makanan yang tersedia di kedua tempat tersebut. 

  1. Street food Alun-Alun Kidul, Yogyakarta

Di posisi yang kedua, ada street food Alun-alun Kidul. Tempatnya lumayan cukup mudah dijangkau, untuk dapat mencapai Alun-Alun Kidul, kita hanya perlu menyusuri Nol Kilometer ke arah selatan melalui Jl. Wijilan. Street food ini dapat menjadi pilihan Jogeaters untuk sekedar nongkrong dan menghabiskan waktu dari siang sampai malam hari. Di sana kalian dapat menjumpai banyak jajanan street food dan dua cemara besar yang menjadi icon dari Alun-alun kidul itu sendiri. Kalian dapat menjumpai western food dan juga makanan lokal yang khas seperti lesehan di angkringan. Alun-Alun kidul wajib banget untuk dikunjungi, jangan terlewati ya Jogeaters.


  1. Street food Gor Maguwoharjo

Kapan lagi kalian bisa berolahraga langsung dapat menjumpai street food selain di street food Maguwoharjo. Street food ini berada tepat di sepanjang Gor Maguwoharjo. Street food ini menjadi rekomendasi tepat buat kamu yang suka berolahraga dan menjadi pemburu makanan yang ada di street food. Tak hanya itu, street food ini letaknya tak jauh dari tempat liburan Jogjabay. Tempat yang sangat strategis sekali ya Jogeaters. Untuk kalian yang cocok dengan tempat ini, kalian wajib menyempatkan diri untuk menikmati street food di sini.

  1. Street food Balai Yasa

Jogeaters yang mencari tempat street food dengan suasana yang sejuk karena rindangnya pepohonan, Balai Yasa solusinya. Rekomendasi keempat street food yang dapat Jogeaters kunjungi adalah Balai Yasa Yogyakarta. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Terdapat banyak varian jajanan kaki lima di Balai Yasa. Suasana yang sejuk menjadi bonus ketika Jogeaters ingin menikmati street food di tempat ini. 

  1. Kampung Ramadhan Jogokariyan

Rekomendasi yang terakhir buat Jogeaters adalah Kampung Ramadhan Jogokariyan. Namun, street food ini lebih unik dari street food lainnya, karena hanya dapat kalian kunjungi ketika bulan Ramadhan tiba. Yup hanya ada setahun sekali. Jangan sampai Jogeaters lewatkan ketika bulan Ramadhan telah tiba, berbagai macam varian street food ini dapat kalian jadikan tempat untuk ngabuburit ketika menjelang berbuka puasa.


Gimana nih rekomendasi dari kita Jogeaters, semoga bisa menjadi inspirasi Jogeaters untuk berburu street food di kota pelajar Yogyakarta ini. Jangan lupa untuk mengunjungi semua rekomendasi ini ya. Sampai jumpa di rekomendasi street food lainnya ya, Jogeaters!

Oleh: Eliza Triana Asmara


Yogyakarta - Setelah menahan lapar dan dahaga seharian pada bulan Ramadhan, tentu akan terasa kurang afdol ketika Jogeaters melewatkan waktu ngabuburit di sore hari menjelang berbuka puasa. Jogeaters udah pada tau belum istilah ngabuburit itu apa? For your information nih Jogeaters, kegiatan menunggu adzan maghrib menjelang waktu berbuka puasa dinamakan ngabuburit. Yups! Ngabuburit menjadi momen iconic pada saat bulan suci Ramadhan tiba.

Menjelang waktu berbuka puasa, Jogeaters jangan heran kalau di jalan bakalan padet dan rame banget sama orang-orang. Karena mereka sedang berburu takjil dan makanan untuk berbuka puasa. Ramadhan membawa berkah bagi setiap orang, terutama para pedagang. Salah satunya yaitu para pedagang Street food di Kampung Ramadhan Jogokariyan Yogyakarta. Di sepanjang area sebelum masjid Jogokariyan kalian akan banyak menjumpai aneka jajanan street food yang sangat menarik mata dan membangkitkan selera makan. 

Keramaian di sepanjang jalan Kampung Ramadhan Jogokariyan

Lokasi yang sangat nyaman, dengan dekorasi Kampung Ramadhan yang sangat cantik dan unik akan membuat waktu ngabuburit kalian terasa singkat. Jika Jogeaters ingin berkunjung ke Street food Kampung Ramadhan Jogokariyan, jangan lupa untuk mengajak teman, saudara, pasangan kalian beramai-ramai. Karena suasananya pasti akan lebih seru jika bersama orang tersayang. Seperti narasumber yang saya jumpai ketika berkunjung ke sana dan menanyakan bagaimana perasaan berkunjung ke Kampung Ramadhan Jogokariyan. “Saya senang sekali berkunjung ke sini, hari ini banyak jajan nih kak, pilihan jajanannya banyak banget. Walaupun tempatnya rame tapi gapapa karena lebih seru apalagi saya kesini bersama keluarga kecil saya.” Ujar Lia, salah satu pengunjung Kampung Ramadhan Jogokariyan. Nah, Jogeaters agar lebih menikmati suasana Ramadhan, jangan lupa ajak keluarga, teman dan orang tersayang kalian ya.

Selain banyaknya jajanan street food, di sana Jogeaters tak hanya dapat menikmati jajanan street food yang beraneka ragam, tetapi kalian juga mendapatkan bonus menikmati nikmatnya suasana beribadah yang khusyuk pada bulan mulia ini dengan mengikuti kajian Ramadhan yang ada di masjid Jogokariyan. Rasanya, ngabuburit akan terasa lebih bermakna ketika kita sudah berburu jajanan kemudian langsung masuk dan ikut kajian sebelum berbuka di masjid Jogokariyan.

Hal menarik lainnya ketika Jogeaters ngabuburit di Kampung Ramadhan ini, kalian disuguhi makanan untuk buka puasa secara gratis. Setiap harinya masjid Jogokariyan selalu menyediakan 3000 porsi untuk berbuka puasa bagi siapa saja yang mengunjungi area masjid. Menu untuk berbuka puasa selalu berganti setiap harinya. Tak hanya itu, Jogeaters juga dapat menikmati takjil sebelum makanan utama, yaitu seperti 3 biji kurma, buah salak, serta teh manis hangat. Keberkahan lebih banyak terasa ketika kita berada di masjid menjelang berbuka dan setelah berbuka. Malam hari, banyak hiasan lampu yang menyala sangat cantik dapat kalian jumpai sebelum hendak pulang.

Buat Jogeaters yang ingin berburu street food setelah berbuka puasa, kalian jangan khawatir karena para pedagang masih tetap membuka stand dagangannya setelah berbuka puasa sampai malam hari selama persediaan masih ada yaa. 

Gimana nih Jogeaters? Kampung Ramadhan ini sangat unik dan menarik banget kan sebagai tempat tujuan ngabuburit, berburu street food dan buka puasa gratis? Walaupun street food ini hadir hanya setahun sekali setiap bulan Ramadhan, Jogeaters gak perlu sedih jika masih diberi umur untuk merasakan nikmatnya Ramadhan tahun depan, kalian jangan lupa untuk berkunjung ke sana ya. Karena tempat ini recommended banget buat kamu yang ingin berburu jajanan street food dan menikmati suasana sebelum berbuka puasa. Happy eaters!


Newer Posts Older Posts Home

ABOUT US

Gudangnya serba serbi makanan dan minuman istimewa di Daerah Istimewa Yogyakarta

POPULAR POSTS

  • 28 Coffee Tamsis, Coffee Shop Yogyakarta; Rekomendasi Tepat Untuk Nongkrong Dan Belajar
  • Lumpia Samijaya atau Lumpia Mutiara, Manakah yang Benar?
  • Walang Goreng Handayani, Khas Gunung Kidul yang Unik, Renyah dan Halal
  • Geplak, Makanan Super Manis Khas Bantul Yogyakarta
  • Couvee, Bisnis Coffee Shop yang Menjamur di Yogyakarta

Categories

  • Bisnis 5
  • Food 8
  • Rekomendasi 18
  • Tips 5
  • Unik 11
  • Viral/Tren 10
Powered by Blogger

Post Archive

  • 2022 52
    • June 2022 42
    • April 2022 10

About Us

Jogeat (Jogja Eating-Eating)
View my complete profile

Copyright © JOGEAT. Designed by OddThemes