JOGEAT

JOGJA EATING-EATING

JOGEAT

JOGJA EATING-EATING

  • Home
  • Social
  • Rubrik
    • Viral/Tren
    • Rekomendasi
    • Food
    • Tips
    • Unik
    • Bisnis
  • Contact Us

        Yogyakata - Jalan Malioboro menjadi salah satu destinasi wisata ikonik di Yogyakarta. Tak hanya soal suasana yang menyenangkan, Malioboro juga memiliki beragam pedagang yang menyajikan sajian nikmat. Di salah satu tempat di Malioboro, wisatawan bisa menemukan Taste of India Jogja. Tempat ini menyajikan aneka menu India dengan cita rasa yang nikmat.

        Pemilik Taste of India Jogja ini bahkan merupakan orang India asli. Tak heran, aneka menu yang disajikan memiliki rasa otentik yang sayang untuk dilewatkan.

        Taste of India Jogja berjualan menggunakan etalase dengan menampilkan live cooking. Pembeli bisa melihat langsung proses pembuatan menu yang ditawarkan. Mulai dari shawarma sapi, shawarma ayam, Samosa ayam atau tuna, India nasi biryani, hingga India Chai Tea tersedia di sini. Harganya pun cukup terjangkau mulai dari Rp. 15.000  sampai Rp.30.000 saja. Sedangkan untuk India chai tea, harganya hanya Rp5.000.

See the source image
Produk Taste Of India

Tentunya harga tersebut sudah sangat layak untuk sajian khas India nikmat ini. Pemilik Taste of India Jogja ini pun sudah membawa cita rasa asli India sejak belasan tahun lalu di Yogyakarta. Jam terbangnya yang sudah tinggi membuat dirinya tak perlu diragukan lagi. Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai menyebabkan lapak Taste of India Jogja ini berpindah-pindah. Namun, saat ini pemilik sudah menetap di ruko yang ada di Jalan Malioboro.

Lapak tersebut tepatnya berlokasi di samping minimarket Alfamart seberang Malioboro Mall. Lapaknya berdiri tepat di depan toko sepatu Madison. Anda bisa mampir ke Taste of India Jogja ini saat berkunjung ke Malioboro. Bumbu rempah khas India yang begitu terasa tentu tak akan mengecewakan. Cita rasanya pun akan terasa pas di semua usia.


 

Oleh: Ade Yaning Crislyn Saraswati

Yogyakarta – Pergi melancong ke kota Yogyakarta, tak hanya wisatanya saja yang menarik, Jogeaters juga akan disuguhi dengan berbagai jenis jajanan khas yang unik dan mengesankan. Jogja Jogja… Tetap Istimewa… seperti lirik lagu legendaris ini, Jogeaters sudah tahu belum kalau ada satu jenis jajanan khas yang sama istimewanya seperti Jogja? Nah, kalau Surabaya terkenal dengan Rujak Cingur, maka Jogja punya Rujak Es Krim asli racikan Pak Nardi. Rujak Es Krim merupakan salah satu jenis rujak yang pertama kali diproduksi di Jogja pada tahun 1978. Pencetus lahirnya rujak es krim ini adalah Pak Nardi, seorang warga asli Klaten yang merantau ke Pakualaman, Yogyakarta bersama istrinya. 

Inovasi ini bermula dari usulan istri Pak Nardi untuk menambahkan buah mangga pada es podeng jualan Pak Nardi, yaitu usaha yang dirintis saat beliau pertama kali datang ke Pakualaman. Mulai saat itu, rujak es krim pun akhirnya menjadi jajanan yang sangat diminati oleh warga sekitar. Pak Nardi pertama berjualan rujak es krim di bawah Pohon Tanjung di depan Pura Pakualaman, tapi sekarang sudah pindah ke sisi barat Pakualaman. Sekarang, sudah banyak para penjual keliling yang mengikuti jejak Pak Nardi. Bahkan, hampir di setiap sudut kota Jogja Jogeaters bisa bertemu dengan banyak penjual keliling ataupun warung rujak es krim. Di daerah-daerah lain sekitar Jogja, rujak es krim juga sudah merajalela dan menjadi jajanan favorit. Meskipun begitu, orisinalitas dari rujak es krim olahan Pak Nardi tetap terjaga dan selalu menjadi incaran wisatawan maupun warga sekitar sampai saat ini, yang berarti Rujak Es Krim Pak Nardi sudah berdiri selama kurang lebih 44 tahun lamanya. 


Ga cuma kehadirannya saja yang istimewa, Jogeaters juga harus tahu nih apa keistimewaan Rujak Es Krim Pak Nardi daripada rujak es krim yang lainnya. Selain menjadi “Yang Pertama”, rujak es krim ini punya keunikan tersendiri. Biasanya, nanas menjadi salah satu buah yang wajib ada pada rujak sebagai pemberi rasa asam manis. Tapi, resep khusus milik Pak Nardi ini tidak menambahkan nanas di dalam rujaknya. Sebagai gantinya, resep rujak ini menggunakan dua jenis mangga, yaitu yang satu pakai mangga manis dan satunya lagi pakai mangga asem. Lalu, untuk mengikuti selera pasar, bumbu Rujak Es Krim Pak Nardi tidak menambahkan kacang, sebab kacang bisa bikin tekstur bumbunya jadi sedikit kasar. Ga hanya itu, topping es krim puter di atas rujak es krim ini juga diproduksi secara manual tanpa menggunakan mesin di warung Rujak Es Krim Pak Nardi. Keunikan cita rasa rujak es krim yang otentik ini hanya bisa Jogeaters temukan di warung Rujak Es Krim Pak Nardi yang berlokasi di sisi barat Pakualaman, Jl. Harjowinatan, RT 44 RW 10, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta. Hal ini karena Rujak Es Krim Pak Nardi tidak membuka cabang di tempat lain.

Cita rasanya yang otentik selalu mengundang rasa penasaran dari setiap orang yang mendengar tentang rujak es krim ini. “Sudah lama denger tentang rujak es krim pertama ini, tapi belum pernah sempet dateng langsung kemari. Setelah nyoba ya ternyata emang enak banget rasanya. Seger, es krimnya bikin kombinasi rasa yang berbeda dari rujak biasanya”, kesan menarik yang didapatkan oleh salah seorang pelanggan Rujak Es Krim Pak Nardi.


Satu piring rujak es krim ini bisa Jogeaters cicipi dengan harga Rp. 8.000 per porsi. Warung ini buka mulai dari jam 09.00 sampai 16.00 WIB. Kalau kalian ingin makan di tempat, don’t be panic! Karena warung Rujak Es Krim Pak Nardi menyediakan tempat yang cukup luas dan nyaman dengan meja-meja panjang serta kursi yang banyak, ditambah dengan nuansa kota kuno di sekeliling Pakualaman, jadi lokasinya lumayan cozy untuk berkumpul dan berbincang-bincang bersama teman-teman atau saudara sekalian.


Oleh: Ade Yaning Crislyn Saraswati

Yogyakarta – Jogeaters mahasiswa yang kuliah sekaligus merantau di Jogja? Sebentar lagi masuk ke musim liburan, kawan Jogeaters pada pulang kampung ga nih? Dari Jogja lalu mudik ke kampung halaman bertemu kembali dengan keluarga, tetangga dan teman-teman, jangan lupa untuk membawa pulang buah tangan khas Daerah Istimewa Yogyakarta ke daerah masing-masing ya. Tapi, mungkin masih banyak Jogeaters yang bingung nih gimana cari oleh-oleh tanpa ribet.

So, buang jauh-jauh rasa khawatir kalian, karena Jogeat akan spill tips dan trik bermanfaat yang bisa Jogeaters terapkan untuk memilih dan membeli oleh-oleh secara praktis dan tentunya, pas di kantong mahasiswa. Penasaran? Yuk scroll up dan simak tips-tips berikut.

1.      Siapkan budget khusus untuk oleh-oleh

Yang pertama dan utama, sebelum membeli oleh-oleh adalah mempersiapkan dana terpisah khusus untuk membeli oleh-oleh. Tips ini berguna untuk Jogeaters supaya bisa mengatur keuangan kalian secara lebih bijak. Dengan memisahkan budget oleh-oleh, kalian bisa mengontrol pengeluaran supaya tidak melebihi target yang ditetapkan, jadi dana tersebut bisa disisihkan untuk kebutuhan yang lainnya juga. 

Selain itu, menentukan terlebih dahulu dana khusus bisa mempermudah Jogeaters dalam memperkirakan harga produk mana yang sesuai dengan dana maksimal yang akan kalian keluarkan nantinya. In that way, maka Jogeaters otomatis bisa langsung sekalian menyeleksi produk apa saja yang akan dipilih berdasarkan harga yang sesuai perhitungan kalian. Kalian mungkin juga perlu membuat daftar yang berisi siapa saja yang akan diberi oleh-oleh sembari menyiapkan dana supaya rencana yang dibuat bisa sesuai dengan perkiraan dana yang disiapkan.

2.      Cari informasi terpercaya

Setelah menentukan besar budget yang dibutuhkan, Jogeaters bisa melakukan survei untuk mencari ragam oleh-oleh yang recommended sesuai kebutuhan kalian. Punya teman atau kenalan asli orang Jogja atau yang sudah lama tinggal di Jogja? Mereka mungkin bisa menjadi sumber informasi trusted yang bisa kalian tanya-tanya seputar oleh-oleh di sekitar Jogja. Bertanya kepada penduduk asli Jogja bisa membuat pencarian produk lebih efektif karena mereka memiliki banyak pengetahuan dan juga pengalaman mengenai daerah tempat tinggalnya.

Kalian juga bisa cari-cari informasi lewat media sosial seperti Instagram, karena biasanya pada akun resmi dari merek produk tertentu akan update informasi lengkap mengenai produk yang dijual di media sosial. Seperti pada akun @bakpiatugujogja yaitu salah satu brand bakpia khas Jogja, akun ini aktif mem-posting informasi seputar produknya seperti varian rasanya ataupun promo yang sedang berlaku.

3.      Jasa Pelayanan E-Commerce

Sering sekali mendengar tentang kendala menjadi mahasiswa perantauan, yaitu tidak punya kendaraan pribadi. Jogeaters pasti akan merasa kepayahan ketika harus pergi mengunjungi tempat yang jauh dari kos, tapi tidak ada alat transportasi yang bisa digunakan untuk mengantarkan kalian ke tempat tujuan. Tanpa kendaraan pribadi, kalian jadi kurang bebas untuk bepergian mencari oleh-oleh.

Tapi ingat, sekarang kita berada di jaman serba mudah. Jogeaters bisa menggunakan pelayanan online melalui platform-platform e-commerce yang menjamur di dunia maya. Kalian tinggal memilih produk yang kalian inginkan, lalu check out pesanan tersebut, maka pesanan kalian akan diantarkan tanpa kalian harus mendatangi tokonya secara langsung. Beberapa brand oleh-oleh yang ada di Jogja sudah membuka lapak mereka di e-commerce seperti Shopee atau Tokopedia.

            Kira-kira apakah Jogeaters sudah mulai menyiapkan budget khusus oleh-oleh untuk keluarga tercinta di rumah?  Atau mungkin ada yang sudah dapat produk yang diinginkan? Semoga tips-tips dari Jogeat bisa membantu kalian ya…

Happy shopping dan selamat melepas rindu di kampung halaman!


Oleh: Istiana

Yogyakarta - Belut? Jogeaters ada yang merasa geli tidak ya saat mendengar hewan sawah yang satu ini, ia licin seperti ular dan berlendir. Eits! jangan geli dulu ya, kali ini belutnya beda dengan yang ada di sawah atau di jual dipasar ikan, belutnya sudah diproses dan dikemas dengan apik menjadi keripik belut yang super renyah dan sehat. Unik ya, hewan yang geli bisa di jadikan cemilan yang sangat renyah dan enak dimakan saat santai maupun sibuk, karena kemasannya sudah rapi dan cantik. Apakah Jogeaters sudah tertarik ingin membeli? Kita lanjut dulu mengenal lebih dekat keripik Mbok Sajinem ini ya.

Keripik yang satu ini sangat terkenal dan melegenda dari Mbok Sajinem yang sudah berjualan sejak 1970, dan saat ini sudah digeluti oleh generasi kedua. “Awalnya, usaha ini hanya untuk memanfaatkan hasil alam dari daerah saya, tapi justru jadi usaha yang besar saat ini”. Begitulah keterangan dari Pak Mursito. Namun, sejak penggunaan pupuk kimia, lahan pertanian tak lagi jadi tempat tumbuh belut yang tadinya sangat banyak di daerah Kulon Progo khususnya kini menjadi hilang. Pak Mursito tak langsung menyerah dengan keadaan itu, ia pun mengambilnya dari beberapa daerah di Indonesia seperti Kediri dan Trenggalek.

Soal rasa, Pak Mursito tetap mempertahankan cita rasa demi menjaga kenangan ibunya. Hanya saja, alat yang sudah sedikit bergeser ke teknologi modern, dan semakin profesional dalam pembuatannya, contohnya saja dalam penggunaan minyak untuk menggoreng yang hanya dipakai selama 16 jam serta masih memakai tungku dan menjaga kebersihan dapurnya. Secara rincinya,keripik  belut ini cara pembuatannya tidaklah rumit, namun memerlukan kebersihan yang ekstra agar tak berbau amis dikarenakan  belut memiliki darah yang lebih banyak dari pada ikan. “Karena harus benar-benar bersih dan darah nggak ada. Kalau darahnya ada nanti kualitasnya jadi nggak awet, nggak bisa tahan lama,” Ujar Pak Mursito. Biasanya mereka menggunakan jahe untuk melumuri belut namun tak berlebihan dan sesuai takaran agar tak merusak aroma itu sendiri dan citra rasanya. Lalu , mereka  menggunakan tepung buatan sendiri dari tiga macam campuran beras sehingga keripik belutnya lebih renyah, “Pakainya beras khusus, pakainya C4, mentik wangi, sama bramu, terus digiling dengan penggiling yang paling lembut,” jelas Pak Mursito. Dalam pembuatannya juga menggunakan air matang agar tidak mudah tengik. Keripik Mbok Sajinem ini  bisa mengolah belut minimal 50 kg per hari dan meningkat saat hari raya maupun akhir tahun dan tak ada stok berlebih demi menjaga  keripik yang selalu fresh nih Jogeaters.

Luar biasanya bisnis keripik belut ini bisa menjual produknya hingga keluar kota bahkan ke luar negeri loh Jogeaters! Sampai ke Australia atau negeri kangguru, Singapura si negeri kecil yang maju, Malaysia negeri tetangga, dan bahkan negeri dari Oppa kamu, ya apalagi kalau bukan Korea. Zaman yang serba online apalagi sejak pandemi menyerang, semua hal dilakukan agar ekonomi tak semakin merosot dikarenakan kurangnya aktifitas diluar dan tidak bisa berinteraksi dengan sesering mungkin. Maka pihak keripik Mbok Sajinem ini menggencarkan promosinya di instagram hingga followersnya mencapai 35,2 Ribu. Fantastis bukan? Apakah Oppa kalian menyukai keripik belut? Bisa jadi ya, jadi jangan lupa order secara online di @kripik_mboksajinem ya, tersedia juga yang frozen dan keripik lainnya untuk kalian yang ingin menyimpannya lebih lama.

 

Oleh Wardah AkmaliahRahmat

Yogyakarta- Bagi kalian yang berdomisili sekitar Jalan Affandi atau Caturtunggal dan sekitarnya pastinya kalian tidak asing dengan pasar sore klebengan atau kuliner sore klebengan yang terletak di depan parkiran Gor Klebengan. Alamat lengkapnya berada di Jalan Argo, Karanggayam, Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pasar sore Klebengan ini terdiri dari kurang lebih 30 tenant yang menyediakan berbagai macam pilihan makanan dan minuman. Seperti local food (telur gulung, siomay, sate padang, tahu walik, sempol, otak-otak, tahu bulat dan masih banyak lagi), tak hanya itu ada juga jajanan yang viral di masyarakat seperti Japanese food (takoyaki dan dimsum), dan Korean Street Food (tteokbokki, taiyaki, corndog dan lain-lain). Para pedagang yang berjualan di depan Gor Klebengan ini tergabung dalam komunitas UMKM yang bernama Pedagang Selokan Mataram Klebengan atau biasa juga dikenal dengan istilah PPSMK. 

Paguyuban ini tidak hanya terdiri dari penduduk asli sekitar selokan mataram saja, tapi juga dari pendatang-pendatang yang kebanyakan adalah mahasiswa yang memilih untuk sambil berbisnis. Tadinya, para pedagang yang berjualan di Gor Klebengan ini adalah pedagang yang dulunya berjualan di sepanjang jalan lembah UGM saat Sunday Morning. Namun karena adanya pandemi, yang membuat Sunday morning yang rutin digelar setiap hari minggu itu dihentikan demi mencegah menularnya Covid-19. Maka dari itu, banyak dari pedagang-pedagang tersebut berbondong-bondong mencari tempat yang baru. Termasuk di depan Gor Klebengan ini hingga akhirnya menjadikannya salah satu pasar kuliner yang buka di setiap harinya. 

Jika berkunjung ke pasar sore Klebengan, tidak pas rasanya jika seorang pecinta korea tidak mencicipi makanan khas korea. Di pasar sore klebengan juga terdapat satu tenant yang menjual aneka korean street food. Nama tenant nya ialah Haumea Korean Street Food. Selain di pasar sore klebengan, Haumea Street Food juga dapat ditemukan di Seven Sky Lippo Plaza. 

Menu Haumea Korean Street Food

        David Sihombing adalah sang owner yang mendirikan Haumea Korean Street Food ini. Beliau menjelaskan bahwa terinspirasi menjual makanan khas korea karena ingin meramaikan tren kuliner Korea. Maka dari itu, adapun menu-menu yang ditawarkan oleh Haumea Korean Street Food ada Corndog Mozarella Asin, Corndog Mozarella Manis yang terdiri dari berbagai pilihan topping seperti Coklat, Matcha, dan Tiramisu, Korean Street Toast, Fruit punch dan korean milk yakni minuman segar yang terbuat dari susu atau soda dan campuran potongan buah segar seperti mangga, lemon dan strawberry, dan menu terbaru dari Haumea Street Food adalah menu viral yang terinspirasi dari croffle hanya beda di bentuk cetakan saja, nama menu terbarunya adalah Egg Waffle yang dilengkapi dengan es krim beraneka rasa. 

        Berbagai macam dan pilihan menu korean food ini membuat pengunjung pasar sore klebengan ikut tertarik dan ingin mencoba makanan khas dari Negeri Ginseng ini. Karena hanya ada satu tenant yang berjualan menu korean food di pasar sore Klebengan. Setiap harinya, Haumea Korean Street Food didatangi oleh pengunjung yang ingin mencoba menu menu viral yang mereka tawarkan. Untuk kisaran harga terbilang cukup terjangkau mulai dari 15.000 hingga 25.000 ribu saja kalian dapat menikmati segala macam minu viral korean food. Dan dijamin soal rasa tidak perlu diragukan lagi, ukuran nya juga yang terbilang cukup besar pastinya memuaskan pelanggan. Yuk, tunggu apalagi segera siapkan kendaraan kalian dan berjalan-jalan ke Pasar Sore Klebengan, jangan lupa berkunjung ke Haumea Korean Street Food yaaa!!!

Oleh: Wardah Akmaliah Rahmat

Yogyakarta- Siapa nih yang kalo ke Jogja bingung mau kulineran apa? Kota Jogja memang dikenal sebagai Kota yang memiliki sederetan kuliner plus wisatanya. Selain kuliner yang melokal, jajanan jalanan atau street food pun jadi incaran para wisatawan. 

Jajanan jalanan yang juga biasa dikenal dengan sebutan streetfood ini menjadi favorit bagi kalangan anak muda, terlebih lagi bagi para mahasiswa mahasiswi. Nah, mimin mau ngasih bocoran dikit nih tentang rekomendasi kuliner street food di Jogja yang wajib Jogeaters cobain, dijamin ga bakal nyesel!!!

  1. Rujak Es Krim Pak Paino

Kalian pernah bayangin ga sih, Rujak tapi pake es krim? Wah unik dan hal yang jarang banget ditemuin di kota lain bukan? Warga Jogja pasti sudah tidak asing lagi dengan jajanan yang satu ini, Rujak Es Krim Pak Paino ini sudah berdiri sejak tahun 1990. Dengan memiliki perpaduan cita rasa yang pedas, ditambah dengan beberapa potongan buah yang tambah menggugah selera. Bagi kalian pecinta pedas juga disediakan stok sambal tambahan lho. Kalau penasaran, kalian bisa langsung berkunjung ke Jalan Harjowinatan Pakualaman, Yogyakarta. Rujak Es Krim ini buka setiap hari, mulai dari Pukul 09.00 hingga pukul 15.00. Harga nya juga cukup terjangkau bagi kalangan pelajar yakni dimulai dari 8 ribu saja. 

  1. Wafel Toby

Meski terletak di pinggiran jalan, jajanan viral satu ini juga gak kalah enak dengan yang dijual di cafe-cafe mewah lainnya. Jangan tanya soal rasa, rasanya pun gak kalah dengan yang ada di Cafe-cafe. Wafel Toby, ini merupakan salah satu kuliner jajanan kali lima kekinian yang memiliki ciri khas yang gurih dan manis. Ditambah dengan perpaduan tekstur krispi diluar dan lumer dari isian wafelnya. Wafel Toby memiliki beragam rasa dan toping bagi para penikmatnya. 

Wafel Toby terletak di Baciro, Kota Yogyakarta dan buka setiap hari, mulai pukul 09.30 hingga pukul 17.00. Harganya sangat terjangkau karena dimulai dari 4 ribuan saja. 


  1. Lumpia Sami Jaya Malioboro

Siapa sih warga Jogja yang ga kenal dengan lumpia legendaris ini? Lumpia ini sudah ada sejak tahun 1976. Lumpia ini dijual di depan toko Sami Jaya di Jl. Malioboro No.18, tepatnya terletak di sebelah Hotel Mutiara juga adalah salah satu list yang wajib kamu kunjungi ketika sedang kulineran di Jogja. 

Lumpia ini menyediakan dua jenis lumpia, yakni dengan pilihan isi ayam dan spesial telur puyuh yang digoreng. Toko Lumpia Sami Jaya ini buka setiap hari mulai dari pukul 11.00 hingga 21.00 atau sampai lumpianya habis. Untuk harganya pun sangat terjangkau berkisar mulai dari Rp. 5.000 – Rp. 6.000. 


  1. Pisang Aroma Maharani

Salah satu rekomendasi jajanan jalanan yang cocok dimakan saat hujan-hujan adalah yang hangat dan lezat seperti Pisang Aroma ini. Dengan kulit krispi disertai dengan isian manis dan lumer bakal sulit kamu lupakan. Selain isian pisang, juga tersedia isian nangka juga lho, jadi bisa disesuaikan dengan selera kamu. 

Toko ini terletak di Jl. KH Ahmad Dahlan No. 76, Ngampilan, Yogyakarta. Buka setiap hari mulai dari pukul 16.00 hingga pukul 21.30. Harganya juga sangat terjangkau mulai dari Rp. 5.000 


  1. Angkringan Kopi Joss Lik Man

Kata orang, belum disebut ke Jogja kalau belum menikmati nasi kucing dan Kopi Joss di Angkringan pinggir rel Lek atau Lik Man. Salah satu menu rekomendasi di Angkringan ini adalah Kopi Joss, menu yang mengesankan dari Angkringan. Kopi joss ialah kopi yang diberi arang panas. Tapi tentu saja itu aman untuk dikonsumsi, karena arangnya langsung diambil dari tungku yang pastinya sudah terjamin kesterilannya. Cara penyajian kopi ini pun disebut unik, karena mengeluarkan bunyi ‘Joss’ yang membuatnya disebut dengan sebutan Kopi Joss. 

Katanya, arang yang masih merah membara dicelupkan ke dalam kopi akan menetralisir kafein, sehingga kopi tersebut aman bagi pencernaan. Lokasi angkringan ini terletak di sekitar Kawasan Stasiun Tugu Jogja. Harganya pun relatif murah dan terjangkau. 


Newer Posts Older Posts Home

ABOUT US

Gudangnya serba serbi makanan dan minuman istimewa di Daerah Istimewa Yogyakarta

POPULAR POSTS

  • 28 Coffee Tamsis, Coffee Shop Yogyakarta; Rekomendasi Tepat Untuk Nongkrong Dan Belajar
  • Lumpia Samijaya atau Lumpia Mutiara, Manakah yang Benar?
  • Walang Goreng Handayani, Khas Gunung Kidul yang Unik, Renyah dan Halal
  • Geplak, Makanan Super Manis Khas Bantul Yogyakarta
  • Couvee, Bisnis Coffee Shop yang Menjamur di Yogyakarta

Categories

  • Bisnis 5
  • Food 8
  • Rekomendasi 18
  • Tips 5
  • Unik 11
  • Viral/Tren 10
Powered by Blogger

Post Archive

  • 2022 52
    • June 2022 42
    • April 2022 10

About Us

Jogeat (Jogja Eating-Eating)
View my complete profile

Copyright © JOGEAT. Designed by OddThemes